Yang Harus Diketahui Jika Bayi Dalam Kandungan Besar


Tak sedikit ibu hamil yang belum memahami ciri-ciri bayi besar dalam kandungan. Menggendong bayi besar dalam kandungan dapat menimbulkan risiko masalah kesehatan atau kesulitan dalam proses persalinan di kemudian hari. Selain pada ibu, bahaya bahaya juga bisa muncul pada janin, termasuk setelah melahirkan.

Tanda bayi besar dalam kandungan

Ciri-ciri bayi ukuran besar dalam kandungan biasanya sulit diketahui saat ibu sedang hamil. Namun, Anda bisa mendeteksinya melalui pemeriksaan di dokter kandungan. Berikut ciri-ciri bayi besar dalam kandungan yang harus diwaspadai.

Tinggi fundus yang bagus

Selama pemeriksaan prenatal, dokter mengukur tinggi fundus, jarak dari bagian atas perut ibu hamil ke tulang kemaluan. Jika tinggi fundus lebih besar dari yang seharusnya, kondisi ini dapat mengindikasikan karakteristik bayi besar dalam kandungan.

Misalnya, jika Anda hamil 25 minggu, tetapi tinggi alas bedak Anda adalah 28 atau 29 minggu, bayi Anda mungkin lebih tinggi dari rata-rata.

Tinggi fundus yang tinggi juga bisa disebabkan oleh faktor lain, bentuk perut yang sedikit membuncit, dan kandung kemih sudah penuh atau belum buang air besar, menyebabkan perut kembung mencuat.

Kelebihan cairan ketuban

Memiliki terlalu banyak cairan ketuban (polihidramnion) juga dapat menunjukkan tanda-tanda bayi besar dalam kandungan. Jumlah cairan ketuban mencerminkan jumlah urin yang dikeluarkan bayi.

Jika bayi dalam kandungan Anda besar, kemungkinan akan menghasilkan lebih banyak urin, yang mengakibatkan terlalu banyak cairan ketuban. Selain itu, beberapa kondisi yang menyebabkan bayi besar juga dapat meningkatkan produksi urin.

Jika kehamilan Anda menunjukkan tanda-tanda bayi besar dalam kandungan, bicarakan dengan dokter tentang langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Apa yang harus dilakukan jika bayi dalam kandungan besar?

Ukuran bayi dalam kandungan yang besar membuat bayi berisiko mengalami cedera jika dilahirkan secara normal. Selain itu, ada juga risiko robeknya vagina hingga meningkatkan perdarahan setelah melahirkan.

Jika persalinan pervaginam dianggap berisiko, dokter Anda mungkin menyarankan persalinan sesar. Itulah mengapa penting untuk mempersiapkan diri dengan baik dan selalu berkonsultasi dengan dokter.