Ditemukan Suatu Lubang Misterius di Daerah Siberia


Tiga tahun lalu, sebuah lubang misterius ditemukan di Semenanjung Taimyr, Siberia. Beberapa teori telah muncul yang mencoba menjelaskan lubang dengan kedalaman sekitar 100 meter.

Pada awalnya, banyak yang mengatakan bahwa lubang itu dibentuk oleh alien. Ada juga orang yang percaya karena tumbukan benda langit yang jatuh ke bumi. Beberapa percaya itu dibentuk oleh roket yang jatuh. Namun belakangan ini, banyak ilmuwan yang setuju dengan teori bahwa lubang terbentuk dari gas. Gas metana yang ditemukan di bawah permukaan bumi diuapkan oleh pemanasan global.

Teori gas ini tampaknya mengakhiri teka-teki menciptakan lubang yang sekarang 15 kali lebar aslinya – awalnya panjang 4 meter, sekarang 70 meter. Ini terlihat buruk. Kini ada pendapat baru yang mengatakan alasan lain terbentuknya lubang misterius ini.

Menurut Penelitian Tentang Lubang Ini

Salah satu pakar mengaku mendapat temuan mengejutkan, yakni konfirmasi dari masyarakat sekitar lubang menganga. Warga mengatakan mereka mendengar ledakan yang sangat kuat dan melihat cahaya yang sangat terang di langit sebelum lubang itu ditemukan.

Lubang raksasa di Taimyr ini tidak sendirian. Sekitar 300 mil ada puluhan lubang yang sama. Dan yang baru saja ditemukan adalah di Semenanjung Yanmal, sebuah daerah yang dalam bahasa setempat berarti akhir dunia.

Ketika pertama kali ditemukan, pada tahun 2013, lubang yang awalnya disebut Celah Deryabinsky, hampir menelan sekelompok penggembala rusa. Reruntuhan tanah, pasir, dan es ada di sekitar lubang. Tanah, pasir, dan es yang berserakan di sekitar lubang membuat para peneliti menduga bahwa lubang itu terbentuk oleh ledakan metana atau gas lain dari dalam tanah.

Dan sekarang dimulailah babak baru dalam teori bahwa lubang itu sekarang lebih mirip danau karena berisi air dari es yang mencair. Para ahli telah menemukan laporan baru tentang penduduk setempat yang mendengar ledakan keras dan cahaya terang di langit sebelum lubang itu ditemukan.

“Ada informasi verbal bahwa penduduk desa terdekat – 70 hingga 100 kilometer dari lubang – mendengar suara seperti ledakan dan salah satunya melihat cahaya di langit,” kata salah satu peneliti, Vladimir Epifanov.

“Ini sekitar sebulan setelah meteorit itu jatuh di Chelyabinsk,” tambahnya. Sekadar informasi, pada Februari 2013, sebuah meteor seberat sekitar 10 ton jatuh di wilayah Chelyabinsk. Ribuan bangunan di Chelyabinsk rusak. Lebih dari 1.000 orang terluka.

Berdasarkan kejadian tersebut, warga sekitar menduga lubang tersebut juga tercipta dari ledakan benda-benda luar angkasa. Tapi sejauh ini belum ada konfirmasi dari pemandangan aneh itu