Category: Keluarga

Tanpa Kita Sadari Kadang Kita Lebih Terbuka Dengan Orang Luar Daripada Keluarga Sendiri 

Sepertinya dan rasanya semua orang pernah mengalami ini. Dan sedang mengalami ini, bahkan sudah lewat masa ini. Dimana kita merasa lebih dekat dan terbuka dengan orang luar entah teman, sahabat, pacar, rekan kerja, atau pasangan sekalipun. Kita merasa lebih percaya pada mereka, lebih merasa nyaman cerita kepada mereka daripada kepada keluarga sendiri. Pasti ada perasaan seperti itu. Dan rasanya kalau cerita ke keluarga, akan ada judgmental. Akan ada miss komunikasi, dan atau tidak mereka akan mengartikan lain. 

Tanpa Kita Sadari Kadang Kita Lebih Terbuka Dengan Orang Luar Daripada Keluarga Sendiri 

Sering kali dan ini sering terjadi tanpa kita sadari. Kita kadang lebih terbuka kepada orang luar, entah sahabat kita, pacar, rekan kerja. Baik soal masalah keluarga, masalah hubungan, atau masalah kerjaan. Dimana semua itu menjadi masalah dan menjadi bahan pikiranmu selama ini. Itu yang mengganggumu selama ini. Dan saat bertemu dengan sahabat, pacar, atau rekan kerja yang kita percayai, kadang kita memiliki satu frekuensi. Kita memiliki satu pemikiran. Sehingga kita berani menceritakannya. Tanpa harus menjelaskan panjang lebar. 

Karena itu, hal tersebut terjadi kadang di luar pemikiran kita. Tanpa kita sadari, kita mulai terbuka pada mereka. Dan akhirnya mereka menjadi tempat kita untuk membagi keluh kesah. Untuk menjadi tempat meminta saran dan kritik. Kadang ada beberapa masalah yang umum dirasakan oleh orang sepantaran dengan kita, apalagi kalau sudah bekerja. Kadang ada beberapa pekerjaan yang menjadi masalah kita. Dan itu menjadi hal umum atau masalah umum untuk orang yang sepantaran dengan kita. Sehingga kita membutuhkan orang yang dibidang kita juga untuk saling tukar pikiran. 

Kalau kita cerita ke orang tua, pertama, kita sudah beda masa, akan sedikit sulit menjelaskan kepada mereka. Dan pun kalau diceritakan, kita harus jelaskan panjang lebar dari a sampai z. Dan itu pun belum tentu mereka pahami betul. Sehingga kadang kita lebih memilih terbuka dengan orang luar. Dan alasan lainnya, kadang kita tidak ingin keluarga kita khawatir pada kita. Kita tidak ingin keluarga kita apalagi orang tua kita cemas akan kita, keadaan kita.

Berbagai Jenis Permainan Untuk Melatih Keseimbangan Anak


Penting bagi anak-anak untuk melatih keseimbangan mereka. Untuk memperkuatnya, Moms dan Dads bisa mencoba berbagai permainan latihan keseimbangan untuk anak yang menyenangkan dan tidak membosankan.

Permainan untuk melatih keseimbangan untuk anak-anak

Ketika seorang anak mampu menjaga keseimbangan tubuh dengan baik, maka ia akan terhindar dari cedera karena mampu merespon postur saat dibutuhkan. Keseimbangan yang baik ini juga memungkinkan anak mengasah kemampuan motorik halusnya. Simak berbagai permainan latihan keseimbangan yang bisa dimainkan di dekat rumah ini.

Engklek

Engklek merupakan permainan tradisional Indonesia yang dapat melatih keseimbangan anak. Di daerah Bengkulu, permainan tradisional ini juga dikenal dengan nama Lompek Kodok atau Lompat Katak.

Dalam permainan ini, anak harus melompat pada permukaan datar yang ditarik melalui sebuah kotak. Setelah itu, anak harus melompat hanya dengan satu kaki. Maka tidak heran jika engklek dianggap sebagai permainan untuk melatih keseimbangan. Ibu dan ayah dapat membawa anak-anak mereka ke halaman depan sebuah rumah batu dan kemudian menggambar sebuah kotak dengan kapur. Semoga berhasil!

Egrang

Pernahkah Anda melihat anak-anak bermain di atas panggung? Permainan ini juga dianggap dapat melatih keseimbangan. Dalam permainan ini Anda membutuhkan dua buah kayu solid yang dilengkapi dengan pijakan kaki. Kemudian bantu anak untuk meletakkan kakinya di pijakan kaki dan berjalan dengan hati-hati menggunakan egrang. Permainan latihan keseimbangan ini juga dapat membantu melestarikan budaya dan permainan tradisional Indonesia bagi generasi muda.

Bakiak

Bakiak juga dapat melatih motorik kasar, bekerja sama dan mengenalkan anak pada aturan main. Permainan latihan keseimbangan ini dapat dimainkan oleh tiga orang anak. Ketiga anak tersebut akan menggunakan bakiak yang sama dan berusaha mencapai finis tanpa terjatuh.

Twister

Setelah menjelajahi beberapa game latihan keseimbangan dari Indonesia, kami sekarang pindah ke luar negeri. Twister adalah salah satu game paling populer di dunia. Seringkali permainan ini mengundang gelak tawa karena dimainkan bersama-sama. Permainan twister ini tidak hanya melatih keseimbangan, tetapi juga dapat meningkatkan keterampilan motorik, sosial dan emosional anak.

Anda memainkan permainan ini dengan meletakkan kaki dan tangan Anda di atas karpet khusus. Nantinya, anak Anda akan diminta untuk menempatkan kaki dan tangannya dengan warna tertentu. Dengan begitu, anak akan berusaha untuk tidak jatuh dengan menyeimbangkan tubuhnya.

Yoga Hewan

Anak-anak bisa melihatnya sebagai permainan yang menyenangkan. Bagaimana tidak, berbagai pose yoga hewan mengharuskan anak-anak berpura-pura menjadi hewan. Tak hanya itu, mereka juga akan diajak berjalan seperti binatang.

Cari Suhu Ruangan Yang Sesuai Untuk Bayi Anda


Sangat nyaman untuk menjaga AC bayi di dalam ruangan pada suhu yang tepat agar tidak terlalu panas. Ini karena bayi tidak dapat mengatur suhu tubuhnya dengan baik. Saat kepanasan, bayi lebih rewel dan rentan terhadap berbagai masalah kesehatan. Bahkan jika dia terlalu dingin.

Manfaat menjaga suhu AC agar bayi tetap sejuk

Selain menjaga suhu bayi tetap normal, tidak terlalu panas atau terlalu dingin, ada beberapa manfaat menjaga suhu AC di kamar bayi:

Menghindari risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)

Suhu AC yang ideal untuk bayi tidak terlalu panas atau lembab. Saat panas, bayi tidak menangis untuk menunjukkan ketidaknyamanannya.

Dia hanya akan cenderung pendiam, sehingga sulit bagi orang tua untuk mengetahui apakah bayinya baik-baik saja atau tidak enak badan. Selain itu, suhu ruangan yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko SIDS.

Meskipun memang ada sejumlah faktor yang terkait dengan SIDS, sindrom ini paling sering dikaitkan dengan panas berlebih. Bayi sensitif terhadap panas yang ekstrim dan tidak dapat mengatur suhu tubuhnya dengan baik.

Oleh karena itu, bayi sulit untuk bangun karena kehilangan kesadaran akibat serangan panas jika berada di ruangan yang terlalu panas dan menyesakkan.

Hindari biang keringat

Dikutip dari penelitian yang diterbitkan oleh National Center for Biotechnology Information, suhu tubuh tubuh manusia adalah 37 derajat Celcius. Saat udara terlalu hangat, tubuh akan mempertahankan suhu idealnya dengan berkeringat.

Biang keringat pada bayi (love link) adalah salah satu masalah kulit yang paling umum. Jadi penting untuk mengatur suhu AC pada bayi agar kulitnya tetap sejuk.

Mencegah Dehidrasi

Dehidrasi menyebabkan tubuh bayi kehilangan air dan garam atau elektrolit.
Padahal, tubuh membutuhkan garam dan air yang cukup agar tubuh dapat berfungsi secara optimal. Dehidrasi pada bayi berbahaya.

Mencegah heatstroke

Heatstroke adalah suatu kondisi di mana tubuh kepanasan dan tidak bisa lagi mendinginkan dirinya sendiri.

Bayi akan lebih panas apalagi jika suhunya tinggi, bayi masih dibedong lengkap dengan topi dan sarung tangan serta kaki.

Ketika suhu tubuh naik di atas 40 derajat, semua organ dalam tubuh berhenti bekerja.
Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak bahkan kematian jika tidak segera ditangani.

Bayi rentan terkena heat stroke jika memakai pakaian tebal saat cuaca atau suhu lingkungan sangat panas dan dehidrasi karena tidak mendapatkan cukup cairan.

Oleh karena itu, suhu dingin AC bayi dapat mengurangi risiko heatstroke yang fatal. Suhu kamar bayi tidak boleh terlalu tinggi. Namun, jangan terlalu dingin agar bayi kedinginan.

Anak Tidak Memiliki Teman ? Coba Lakukan Hal Ini Yuk !


Jika Anda melihat bahwa anak Anda tidak memiliki teman, Anda sebagai orang tua mungkin merasa kasihan pada mereka. Apalagi jika anak sering terlihat sendirian di sekolah atau di rumah. Ini akan membuat Anda berpikir tentang apa yang salah dengan anak Anda. Jadi apa yang harus Anda lakukan untuk membuat anak Anda berteman?

Anak-anak tidak punya teman, apa yang harus dilakukan orang tua?

Berteman adalah salah satu hal terpenting di masa kanak-kanak karena keterampilan sosial yang dimilikinya akan bertahan seumur hidup. Pada usia prasekolah, anak sering berteman dengan satu orang atau lebih.

Teman-teman biasanya akan semakin banyak berada di sana saat anak pergi ke sekolah. Namun, beberapa anak merasa sulit untuk berteman. Memiliki satu atau dua teman tetap dapat membuat anak Anda bahagia. Namun, jika anak tidak memiliki teman sama sekali, dapat menimbulkan masalah bagi perkembangan anak.

Yang penting adalah mengambil langkah-langkah kecil untuk mendorong interaksi sosial anak tanpa memaksa mereka. Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak Anda berteman, antara lain:

Mengundang teman sebaya ke rumah

Ini adalah langkah-langkah sederhana untuk berteman dengan anak Anda. Bawalah satu atau dua anak seusianya yang sudah Anda kenal. Anda juga dapat bertanya kepada anak Anda terlebih dahulu apakah ada anak di sekolahnya yang ingin ia undang. Jika anak-anak yang diundang ingin datang ke rumah Anda, biarkan mereka bermain bersama di rumah.

Termasuk dalam suatu kegiatan

Dengan melibatkan anak-anak dalam pelajaran menggambar, bahasa Inggris, berenang atau kegiatan lainnya, mereka dapat bertemu dengan anak-anak lain seusia mereka. Dorong anak untuk berinteraksi dengan mereka.

Berbicara kepada guru

Jika anak Anda tidak memiliki teman di sekolah, Anda dapat mendiskusikan kekhawatiran Anda dengan guru. Anda dan guru dapat bekerja sama untuk menjadikan anak Anda sebagai teman. Periksa juga apakah anak Anda mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan di sekolah, seperti bullying.

Pelajari berbagai sumber untuk mendorong anak-anak berteman

Membaca buku atau menonton video tentang persahabatan anak Anda bisa menjadi cara yang baik untuk berbicara dengan anak Anda tentang persahabatan. Saat Anda berbicara, Anda juga dapat mendorong anak Anda untuk terbuka dan mengungkapkan perasaannya. Selain pemalu atau pendiam, anak-anak tidak bisa berteman karena mereka pembuat onar.

Ketika anak dianggap nakal, ajak bicara anak dan beri dia pengertian, seolah-olah dia anak nakal, maka tidak akan ada yang mau berteman dengannya. Juga membantu anak berperilaku lebih baik. Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mendidik dan merawat anak-anaknya dengan baik. Oleh karena itu, lakukan yang terbaik untuk anak Anda.

Ajarkan Si Kecil Untuk Mendaur Ulang Sampah Menjadi Berguna


Saat ini pastinya keluarga kalian sedang memiliki banyak waktu luang. Untuk memanfaatkan waktunya, Anda bisa memintanya untuk mendaur ulang. Anda sudah lama tidak melakukan aktivitas menyenangkan ini. Barang bekas di gudang juga sudah menumpuk. Daripada dibiarkan sendiri, lebih baik membuat sesuatu yang berguna darinya.

Membuat Kerajinan

Semua barang yang digunakan dapat diubah menjadi kerajinan lucu yang indah. Anak-anak dapat menggambar apa pun yang mereka inginkan di selembar karton. Kemudian gunting karton sesuai pola, tempelkan pada tali rotan dan letakkan bel di bawahnya. Jadi deh gantungan pintu lucu.

Anda juga bisa berkreasi dengan barang-barang plastik bekas lainnya. Gunakan cat minyak dan pernak-pernik untuk menghiasnya. Dapat diubah menjadi gantungan jendela, tirai, tikar kaca.

Menjadi Toples Tanaman

Sementara anak-anak punya banyak waktu luang, Anda bisa mengajak mereka mendekorasi halaman belakang. Anda bisa menggunakan bahan daur ulang sebagai media tanam. Botol dan sepatu bekas bisa diubah menjadi toples lucu. Tambahkan foto-foto menarik dengan warna-warna cerah untuk membuat halaman belakang rumah Anda lebih meriah. Tempatkan mereka dengan menumpuknya secara vertikal atau menempatkannya secara paralel. Dengan begitu, halaman belakang rumah Anda tertata rapi dan bisa menjadi tempat yang bagus untuk berfoto.

Jika Anda kehabisan barang bekas, ajak si kecil untuk mencarinya kembali minggu depan. Anda dapat menghabiskan hari bebas mobil atau berjalan-jalan di taman untuk mengumpulkan bahan yang dapat didaur ulang. Banyak manfaat yang bisa didapat dari kegiatan seru ini. Berikut adalah beberapa.

  • Mengembangkan sikap peduli terhadap lingkungan

Jika anak Anda awalnya acuh terhadap lingkungan, kegiatan daur ulang akan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan. Saat Anda mengotak-atik bahan bekas, Anda dapat berbicara tentang dampak limbah dan manfaatnya. Dari sana, si kecil akan belajar menjaga kebersihan lingkungan.

  • Mengajarkan konsep hemat energi

Dengan mendaur ulang banyak yang bisa dihemat dalam penggunaan. Mulai dari energi, air, hingga hutan. Mengajari si kecil untuk mendaur ulang akan memperluas wawasannya tentang pentingnya menghemat energi untuk masa depan. Menarik bukan? Biarkan si kecil Anda segera mendaur ulang.